
Oleh: Bung Oman
Hai sobat, hehehe,, jumpa lagi dengan saya, penulis amatiran, yang saya sendiri tidak tahu, untuk siapa saya menulis, hasil tulisannya pun tidak akan laku di pasaran, amburadul dan segala macamnya, kalau kata bahasanya cak mimin “tolesan car-kalacer”, tak taulah apa artinya itu, wkwkwkwk. Intinya saya MERDEKA dengan gaya tulisan saya. Semoga panjenengan sedoyo tidak bosan dengan saya dan coretan yang saya ulas.
Assalamu’Alaikum Wr. Wb., balik lagi nih pada cerita perjalanan saya yang saya ulas minggu lalu. But, sebelum membaca tulisan pada cerita ini, saya tidak lagi akan menganjurkan panjenengan sedoyo untuk ambil wudlu’ seperti di tulisan saya sebelumnya yang dimuat dan di repost oleh Media PANCAWARNA kemaren yang berjudul “NIKMAT_NIKMAT GELI”, tapi terlebih saya akan menganjurkan njenengan untuk menjawab salam saya terlebih dahulu, karena sesuai ajaran yang saya anut “menjawab salam wajib hukumnya”. So, Assalamu’Alaikum, teman-teman, sahabat/i, bung-sarinah, kanda-dinda, saudara seperjuangan, bro/cak, serta haters sekalian.
Terlebih saya mohon teman-teman kiranya sudi memberikan maafnya terhadap saya, barang kali ada sebilah perkataan yang tak sengaja mengiris hati para pembaca.
Serta mohon maaf juga berkenaan dengan kisah fiktif yang saya muat dalam tulisan saya sebelumnya pada judul yang sama yakni pada Part 1-nya , kisah itu tidak benar-benar fiktif, yah itu memang peristiwa rill yang saya alami. Hehehe maafkeun. Termasuk bagian ini juga loh, hihihihi....
Masih ingat dengan tulisan sebelumnya tentang Payung Teduh PAYUNG KERAMAT DAN KOSTUM KECE JURU PARKIR part 1? Masih dong, masih lah...!!! ok.. !!! Lets Go..!!!!
INTERMEZO
Tahu payung? Ya tahu lah, dan jika ingat kata payung, saya suka miris. Karena nasib payung kalau tidak di buka ya di tutup, buka-tutup, buka-tutup, dibuka saat ada serangan hujan dan ditutup saat hujan reda, dan yang lebih miris lagi saat digantung, ketika hujan sudah tidak turun dalam waktu yang lama. Ingat !!! payung tidak bisa buka-tutup apalagi gantung sendiri, Impossible, (emang BATMAN). Pasti ada subjek yang melakukannya. Jika tidak, maka dapat dipastikan payungnya yang ERROR or Have a Problem (wkwkwkwk)
Teman-teman pasti tahu lah apa yang saya maksud. Jika belum paham coba simak mengenai pengumuman yang dikeluarkan oleh badan kelengkapan universitas sekarang tentang “Pengajuan Keberatan Payung UKT”, eh ada edaran formulirnya loh. Tuh payungnya sudah mulia dibuka guys. Aneh sih , tidak ada hujan kok buka payung, mancing mendung datang saja.
Ingat, setelah dibuka, maka pasti akan ditutup (dan mudah-mudahan tidak digantung). Bingung saya rasanya, kok bisa pihak BEM-KM dan Pihak Rektorat mainan payung? Baru saja BEM buka payung, eh segera pihak rektorat menutupnya. Mungkin pihak rektorat berpandangan sudah tidak akan ada hujan lagi, karena hujan yang kemaren sudah reda, maka payung-pun mending ditutup, dan pasti bakal di........???? iyaaahhhh..... hehehe. Kalau tidak percaya, coba lihat di grup WA njenengan, dan disana pasti ada pengumuman penurunan UKT dari BEM-KM dan gambar screenshot percakapan salah seorang mahasiswa dengan pihak rektorat “Srt edaran dimaksudn tdk keluar dr say, jadi saya tidak tahu”. Nah loh,,, pihak rektorat??? lalu BEM dapat info dari mana ya? Hemmmzzz, saya teringat tentang adek tingkat saya, yang sampai sekarang masalah itu tidak ada kejelasan nasib UKTnya yang terlalu membumbung.
Tidak apa sih sebenarnya jika BEM-KM mengeluarkan hal yang seperti itu, setidaknya mahasiswa lain tidak usah repot-repot mencari form.nya. Terimakasih kabinet Gajah Mada, hehehe... sing penting ojo ndusel-nduselan ngge kale pihak rektorat, jangan berebut buka tutup payung juga. Wkwkwkwk, #Salam Demokrasi.
***
Huh, sungguh kalimat pembuka yang sangat panjang. Mungkin temen-temen sudah tidak sabar menunggu cerita yang ada dalam judul, kan saya sudah bilang, saya penulis amatiran (hehehehe), Assalamu’Alaikum....
***
“Ping”. “ bung Ayo ngopi”. Begitulah bunyi isi chat WA yang masuk dari salah seorang teman ngopi saya, chating yang hanya berisi satu kalimat, tapi dikirim beberapa kali hingga memenuhi layar gadged saya. “maaf bung, baru on. Ok dimana” balas saya. “Tempat biasa, kebetulan ada juru parkir” timpalnya, “OK” saya menyanggupi. Hehehehe, Rupanya teman saya saudah membaca tulisan saya yang sebelumnya.
Waktu menunjukkan jam 08:00 WIB, kebetulan hujan sudah reda, saya pun berjalan menuju warung kopi tempat biasa, langkah saya atur lumayan cepat, tidak enak teman saya mununggu agak lama di sana.
“Sory agak telat, baru nyampek kos dan kesini jalan kaki” sapa saya setelah sampai lokasi tempat kami janjian. “oh iya, santai saja, eh sudah dengar belum masalah keluhan mahasiswa KKN yang sedang Booming sekarang” timpal teman saya sembari melontarkan suatu pertanyaan misterius. “eh iya, udah denger permasalahannya, tapi perihal keluhan saya kurang tau, terus gimana itu?” timpal saya dengan nada penasaran.
Akhirnya teman saya pun menceritakan perihal keluhan itu, mulai dari permasalahan dasar hingga akhir. Sampai-sampai mereka mengungkit masalah mahalnya UKT dan kurangnya perhatian pihak rektorat terhadap nasib para mahasiswa KKN itu, tak luput juga masalah perasaan mereka ketika baru pertama membuka kostum KKN yang baru saja mereka terima. Begitu terkejutnya..?##!!!. Tidak.!!! Mungkin mereka justru senang, karena kostum mereka hampir sama dengan milik para jukir yang ada di pasar-pasar Loak. Eh itu kata teman saya loh, bukan pendapat saya pribadi. Mendengar itu saya kok malah deg-degan dan semakin penasaran hingga saya pura-pura bertanya seperti apa kostum itu. Dan,,,,benar-lah apa yang ia ceritakan. Hampir mirip, terlihat dari gambar yang teman saya sodorkan tadi. Perlahan saya flasback ingatan mengenai peristiwa yang saya alami satu jam yang lalu bersama Juru Parkir yang sempat berteduh di bawah satu payung besar itu, dan barangkali ia tertarik akhirnya peristiwa itu saya ceritakan pada teman saya(termasuk kostumnya). “kalau diingat-ingat sih, lebih bagus kostum yang punya Juru Parkir tadi bung, lengkap sekali punya juru parkir tadi, dari kostum anti peluru hingga tombol payung segala” tambah saya. “hahaha itu kamu diakal-akali bung, mungkin maksud orang itu ngece kostum punya anak KKN itu, hahaha) sanggah teman saya sambil terbahak-bahak, saya pun ikut terbahak. “sudah lihat vidionya anak-anak belum?” tanya-nya, “belum, mana saya liat” timpal saya. Memang mirip sih, tapi saya tidak sadar kalau Juru parkir itu coba mengungkit kostum kkn yang hampir mirip dengan yang ia kenakan. Oh shit,,, saya kalah disek dari juru parkir. Tapi tak apalah.
Syahdan, keesokan harinya saya mencoba menemui salah satu mahasiswa penerima kostum, kebetulan tengah bertemu secara tidak sengaja di salah satu warung yang berada tepat di depan kampus saya kuliah, yang berwarna Kuning (bagian pintu keluarnya). Tanpa basa-basi saya langsung coba menanyakan perasaan mereka. “wah, saya pribadi sangat senang mas, sebab saya insya Allah dapat pahala dari kejadian ini” jawabnya. “loh kok begitu mas?” tanya saya penasaran. “iya mas, samean tidak lihat di akun media Mahasiswa UTM dan lainnya? Kostum kami diposting disana, dan saya lihat banyak mahasiswa lain yang terhibur dengan itu, tidak hanya mahasiswa UTM saja loh mas, Mahasiswa lainnya juga pastinya terhibur dengan dagelan pihak kampus, otomatis saya dapat pahala kan, saya kan ikhlas saja toh mas, asalkan rektorat dan semua lapisan mahasiswa lain bahagia, saya insya Allah ikut bahagia, tak apalah kami jadi bahan tertawaan dulu, asal tidak untuk generasi samean nanti”, jawabnya bijak namun panjang, sampek saya bingung bagaimana menanggapinya “emm begitu ya mas, ya mudah-mudahan mas, samean sing sabar, ini ujian” timpal saya coba menyemangati. “loh kok ujian seh mas, ini rejeki toh, hahaha” sanggahnya.
Merasa cukup (sedikit kesal), sayapun hanya membalas kalimat terakhirnya dengan sedikit senyum sebelum saya meninggalkan narasumber tadi di warung itu dan segera bergegas untuk menghadiri undangan rapat UKM-F di kampus dengan cat warna Kuning itu (bukan kantor sekretariat GOLKAR loh ya,, !!! hehehehe), hanya kebetulan saja cat-nya warna kuning, atau mungkin juga warna itu kesukaan pak rektor. Entahlah, yang pasti warna itu bukan permintaan dari satpam penjaga pos(Wallahu A’lam bisshowaaf)
Ok kawan-kawan mahasiswa KKN, selamat bertugas dan selamat bersenang-senang dengan kostum baru kalian. Hehehe....
Bangkalan, 20 Januari 2018
Komentar
Posting Komentar