Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

PANCASILA LAHIR PREMATUR

Gambar
Oleh: Pemuda Marhaenis       Buku usang sudah mulia saya bersihkan dan perlahan saya coba sedikit membaca ulasan sisa-sisa sejarah kelam. Emmm... Menarik juga ya ternyata, daripada hanya duduk di balik cangkir kopi dengan posisi kaki dilipat dengan kepala sedikit merunduk berebut para Hero, tak lupa pula sedia charger dan menempatkan posisi badan 180° dengan titik soket putih (Terminal Listrik). hehehe        Berbicara pancasila sangatlah luas, tergantung pola kajian dan pendekatan kita darimana. Tapi kali ini saya tidak akan berbicara lagi mengenai pancasila menurut pandangan Normatif , C+ pada saat semester I, dan C di semester II membuat saya kapok berhadapan dengan orang-orang aliran normatif, hehehe. Mereka cenderung lebih mengedepankan Text dari pada Realita, padahal tidak semua yang terjadi sesuai dengan keadaan yang tercantum dalam text-text itu, “ Pelajaran tidak harus terdapat di sekolah ataupun di kertas s...

PANCASILA HAMIL TUA

Gambar
Oleh: Pemuda Marhaenis            Buku itu usang kalau tidak pernah terbaca, terlebih jika perawatannya kurang intensiv, bukan jadi ilmu, jadi debu? Pasti. Pun sama dengan ilmu. Kalau kita tidak pernah membaca, kapan kita akan jadi orang yang berilmu? Dan bagaimana kita merawat ilmu biar tidak hanya jadi bahan hiasan? , ya tentunya dengan diamalkan, tidak hanya amalan Bhatiniyah saja, secara lahiriya harus, wajib malah. (Cari sendiri deh sumbernya, males gua nyantumin disini) hehehe. Kalau tidak salah ada di salah satu kitab, karangan Karya: (Al-Mukarrom) Syekh Az-Zarnuji. Insya Allah ilmu kita tidak akan usang dan lapuk dimakan zaman. Allaah ,,, Allaah....            Amit lor, mau berbagi cerita sedikit lewat tulisan, karena saya tahu diri, saya hanya anak petani kecil, yang bercocok tanam serta mencari rumput saat musim penghujan dan mengembala ternak saat musim kemarau....

BUKU HARIAN Part1(Sebuah Cerpen Kisah Nyata-PKL Hi-Tech Mall Surabaya 2015)

Gambar
“Tulisan ini sengaja aku buat, agar suatu saat nanti kita tidak saling melupakan. I Love You Beb”         Begitulah bunyi potongan kalimat pembuka dari sebuah buku yang aku temukan di atas lemari kamar kostku seminggu yang lalu. Hemmm...Kondisi buku yang sangat memprihatinkan, usang, kusam, berdebu. Nampaknya sudah cukup lama buku itu ditinggalkan   pemiliknya.         Suatu potongan kalimat yang begitu menyentuh untuk dijadikan sebuah pembukaan kisah cinta yang tertuang dalam lembaran buku itu. Ukuran dan gaya Font, serta pemilihan warna biru sebagai tinta penanya membuat siapapun yang membaca buku itu akan ikut merasakan, bahwa pemilik buku itu tengah larut dalam kesedihan karena akan berpisah dengan orang yang selama ini telah mengisi harinya. Membaca kalimat itu, aku juga seakan ikut terhanyut dalam situasi yang dialaminya. Perlahan aku buka lembar selanjudnya.... ***     ...