PELANGI DUA WARNA


PELANGI DUA WARNA
Oleh: Rochman Ali Putra
Organisasi Mahasiswa Ekstra (ORMEK) adalah bagian dari organisasi kemahasiswaan yang notabenenya berada dan bergerak pada bagian luar kampus. Bahkan segala kegiatan apapun yang berbau ormek tidak akan diperbolehkan untuk dilakukan didalam kampus.
Tidak sedikit rumor yang berhembus mengenai keburukan esensi daripada ormek itu sendiri , salah satunya di pihak netral yang rentan akan doktrinan yang seperti itu. Organisasi ektra seakan menjadi momok bagi para mahasiswa yang notabenenya ambisius dalam hal kelulusan tepat waktu karena hal itu ia percaya dari pada cerita-cerita konyol yang dibawakan oleh para senior mereka mengenai para kader aktivis organisasi ektra yang kebanyakan lulus tidak tepat waktu tapi pada waktu yang tepat. Padahal juga tidak sedikit  daripada kader cetakann organ ekstra tersebut yang lulus tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang ditentukan pada umumnya ialah 7 semester. Bahkan tidak banyak dari asumsi mereka yang mengatakan Organ Eksternal adalah Partai Politik Kampus yang titik ujungnya ialah perpecahan antar elemen. Karena politiik memang cenderung lebih mementingkan dari masing-masing golongan partai. Kesalahannya pada titik ini memang. Dimana suatu organisasi yang harusnya memberikan sumbangsi pada perkembangan pola pikir mahasiswa justru lebih dibelotkan kepada kepentingan-kepentingan suatu kelompok tertentu dengan menggunakan organisasi sebagai alat mobilisasi massa demi mempertahankan suatu kedudukan. Dengan begitu citra Organisasi yang sebenarnya dianggap telah hilang, bahkan sebagian besar dari mereka tidak tahu siapa diri mereka dan untuk apa mereka berada di dalamnya.
Namun esensi dari ormek sendiri tidak selalu terpusat pada hal itu. Menurut pandangan saya pribadi "Politik hanya Bonus", meskipun sebenarnya tujuan organisasi didirikan memang bertujuan untuk politik (menurut saya dan silahkan disanggah)
Keberadaan Organ eksternal sendiri sebenarnya membawa banyak warna pada dinamika kehidupan dalam kampus, bahkan ada sebagian Mahasiswa yang masing-masing dari organisasi berbeda mendeklarasikan dirinya  sebagai PELANGI dan saya secara tidak langsung berada didalamnya.
Merah, Kuning, dan Hijau adalah warna dasar bagi PELANGI, tanpa disadari bahwa sebenarnya ada satu hal yang paling mendasar dari ketiga warna tersebut yaitu Warna Putih (Warna Asli) yang tercampur dengan suatu materi (pembias) hingga akhirnya dari hasil proses tersebut kita dapat melihat kumpulan warna-warni yang indah.
Hal yang sangat begitu disayangkan ketika ada seseorang yang ingin sekali dan memaksakan diri untuk memisahkan warna pelangi tersebut dengan segala taktik akal piciknya dan dengan memasukkan unsur warna hitam di tengah-tengah warna tersebut. Hal tersebut dilakukan bukan tidak memiliki tujuan tertentu, akan tetapi sudah jelas-jelas ia bertujuan menentang kodrat alam demi kepuasan nafsu mereka tanpa memikirkan efek yang akan ditanggung oleh generasi alam selanjutnya.
Kini pelangi tersebut hanya tinggal bertahan DUA WARNA dengan teriakannya yang tak akan bisa terdengar oleh telinga-telinga kaum durjana: "KEMBALIKAN WARNA KAMI"
Terimakasih warna putih, engkau mengingatkan kami akan sejarah awal proses kami hingga menjadi pelangi.
Bangkalan,
Sabtu 16 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU HARIAN Part1(Sebuah Cerpen Kisah Nyata-PKL Hi-Tech Mall Surabaya 2015)

Benarkah Mahasiswa Sekutu Tuhan?